Bulan Februari dan Maret 2018 lalu saya mengunjungi istri yang sedang studi di Jepang. Selain melepas rindu, saya pun mempelajari kultur dan kebiasaan orang-orang di Jepang. Hal menarik yang saya temukan adalah mendominasinya Kei-Car atau K-car atau kei jidōsha (軽自動車, lit. “light automobile”), yaitu mobil yang memiliki kapasitas mesin dibawah 660 CC bermesin kecil 3 silinder DOHC dengan ciri khas nomor kuning.

Tentu yang mucul pertama kali di benak kita adalah sebuah mobil dengan bentuk aneh dan sangat tidak umum selayaknya mobil-mobil di Indonesia. Silahkan lihat foto dibawah ini:

Bentuknya cukup normal bukan? Apakah mobil-mobil kecil ini bisa naik di tanjakan dengan menyalakan AC? Okay, silahkan lihat  Vlog saya nomor 179 yang berjudul “Tips Menerbangkan Drone di Suhu Minus”, saat ke Gunung Ebinokogen: https://www.youtube.com/watch?v=xT0VyWmaTcQ

Di dalam video pada menit 8:05 anda akan melihat banyak mobil 660 CC yang parkir. Perjalanan ke Gunung Ebinokogen mirip dengan perjalanan ke gunung Bromo di Jawa Timur.

Apakah mobil ber-CC kecil mudah over heat? Kalau dari logika, Jepang memiliki iklim 4 musim, dimana saat musim kemarau (summer) suhu lingkungan bisa mencapai 38 derajat celcius. Semua Kei-Car tetap jalan normal mengantarkan tuannya ke mana saja.

Kembali ke topik utama. Sekembalinya saya ke Indonesia, saat itu masih menggunakan Suzuki Swift GL 1500 CC dan Mercedes-Benz W123 2800 CC, saya berpikir untuk memulai hidup hemat seperti orang-orang di negara maju. Maka saya putuskan untuk membeli mobil dibawah 1000 CC. Saya sadar bahwa di Indonesia (saat artikel ini dipublikasi: Red) tidak ada mobil 660 CC atau Kei-Car karena memang tidak diminati oleh konsumen Indonesia yang rata-rata lebih menyukai CC besar, bodi besar, dan tampil mewah.

Tiga Merek mobil yang memiliki kapasitas mesin dibawah 1000 CC akhirnya saya temukan. Karena faktor selera pribadi, maka pilihan saya jatuh pada Suzuki Karimun Wagon R AGS tahun 2015.

Berikut spesifikasi singkatnya yang saya peroleh dari buku manual bawaan mobil:

  • Panjang mobil: 3,6 meter
  • Lebar mobil: 1,475 meter
  • Tinggi mobil: 1,67 meter
  • Radius putar: 4,6 meter
  • Berat mobil: 1,35 Ton
  • Tipe mesin: DOHC K10B
  • Jumlah silinder: 3
  • Kapasitas: 998 CC
  • Rasio Kompresi: 10:1
  • Tenaga kuda: 68
  • Kapasitas tangki bensin: 35 Liter
  • Ukuran ban: 145/80R13
  • Aki mobil: 12 Volt 34B19L
  • Transmisi/persneleng: Automatic Gear Shift / Automated Manual Transmission

Cukup sampai disini dulu untuk spesifikasi teknis. Karena ada yang menarik dari mobil ini. Singkatan dari AGS adalah Automatic Gear Shift.

Dari sisi marketing Suzuki, dijelaskan transmisi AGS ini adalah inovasi baru dari Suzuki dimana pengguna mobil dapat memindahkan mode automatic ke mode manual, dan keduanya tanpa kopling. Juga dijelaskan bahwa dengan diimplementasikannya AGS pada kendaraan, maka konsumsi bensinnya menjadi jauh lebih irit daripada transmisi otomatis pada umumnya (CVT), bahkan lebih irit dari transmisi manual karena perpindahan gigi diatur oleh komputer di dalam mobil.

Dari sisi reviewer yang sejauh ini saya baca dan saksikan di internet, transmisi AGS sangat tidak nyaman dan ada hentakan kasar saat perpindahan gigi. Bahkan terkadang terlambat untuk melakukan perpindahan ke gigi yang lebih rendah.

Saya akan sampaikan pengalaman pribadi menggunakan Suzuki Karimun Wagon R AGS yang telah saya miliki lebih dari 2 bulan (saat artikel ini dipublikasi).

Awal saya mengendarai model transmisi AGS memang sangat memilukan dan memalukan. Betul dikatakan bahwa terjadi perpindahan gigi yang kasar dan terlambat pindah ke gigi yang lebih rendah sehingga menyebabkan mesin bergetar di RPM rendah. Dari pengalaman pribadi, 1 bulan setelah saya beradaptasi dengan transmisi AGS ini, banyak trik-trik yang harus dibiasakan oleh kaki kanan kita saat menginjak pedal akselerasi. Demikian juga saat penggunaan start di tanjakan dan lampu merah yang lama.

Hasilnya adalah, setelah 1 bulan berjalan sambil adaptasi, hingga detik ini saya sangat menyukai transmisi AGS di Karimun Wagon R. Sekedar informasi, saya belum pernah memiliki kendaraan transmisi otomatis dan selama perjalanan saya memiliki mobil, selalu mobil ber CC besar dengan transmisi manual dan menikmati kecepatan tinggi dengan tarikan spontan.

Hasil konsumsi bensin tentunya membuat saya kagum karena selama ini saya selalu menggunakan kendaraan ber CC besar. Saat saya hitung, mode manual bisa mencapai 1 liter untuk 16 kilometer dan mode AGS hasilnya 1 liter untuk 19 km. Ini adalah hasil perhitungan dalam kondisi jalan datar dalam kota yang penuh dengan kemacetan lalu-lintas dan tentunya AC nyala terus.

Bagaimana cara saya menghitung konsumsi bensin tidak akan saya jabarkan di artikel ini karena dapat memancing perdebatan yang tidak ada solusinya.

Saat mencoba menggunakan AC pada tanjakan ke dataran tinggi, tenaga mobil ini tidak mengalami penurunan drastis. Mungkin karena ada teknologi baru, yang entah apa itu, yang telah diterapkan dalam mesin DOHC K10B ini. Sehingga mitos mobil CC kecil tidak kuat di tanjakan menjadi hilang sama sekali.

Ruang kabin saya rasakan cukup nyaman untuk mengangkut penumpang hingga 5 orang dewasa. Tentunya saya tidak akan setiap hari mengangkut 5 orang dewasa karena keseharian saya hanya dari rumah ke tempat kerja. Tapi saat dicoba memasukkan kawan-kawan ke mobil ini, ternyata 5 orang masuk dan tidak terasa sempit alias sangat pas.

Hanya satu kekurangan yang dirasakan adalah pada desain kursi/jok depan. Sandaran kepala menjadi satu dengan bodi kursi. Sehingga bentuknya kurang ergonomis dan dapat menyebabkan kelelahan pada punggung dan otot lengan atas jika anda tidak memposisikan kursi dengan benar. Untuk cara memposisikan kursi driver yang ideal dapat anda temukan di Internet, dan telah saya praktekan sendiri dengan hasil yang memang dapat mengurangi rasa pegal.

Desain body mobil, menurut saya pribadi rasanya tidak ada kekurangan. Bahan body lebih tebal dibanding merek lain yang ber CC sama. Desain grill depan dan lampu depan berkesan Japanese Car. Desain lampu belakang juga cukup besar dan lampu rem dapat terlihat jelas oleh pengendara di belakang saat kita menginjak pedal rem baik siang hari maupun malam hari.

Yang saya tidak mengerti adalah, mengapa banyak saya temukan mobil di Indonesia menggunakan pelapis tambahan di atas karpet bawaan pabrik. Saya katakan hanya di Indonesia karena memang seperti itu. Selama berganti kendaraan, saya selalu melepas pelapis tambahan ini karena terbukti bahwa pelapis tambahan dapat menghambat pelepasan panas suhu kabin dan dapat menyebabkan penimbunan air di dalam kabin, baik yang berasal dari payung basah maupun embun saat mobil parkir. Ujung-ujungnya adalah seperti terjadi di mobil kawan saya yang masih bertahan menggunakan pelapis tambahan ini: menjadi sarang semut atau terjadi korosi.

 

Kesimpulan:

Pertama, dengan mesin dibawah 1000 CC dan konsumsi bensin mencapai 1:19, saya tidak lagi memikirkan bensin untuk pergi kemana saja. Bahkan anggaran bensin saya sebelumnya, dapat saya tabung berlibur bersama keluarga lebih sering dari biasanya.

Ke dua, dikatakan transmisi AGS ini tidak nyaman, akhirnya setelah sering berlatih saya telah menemukan kenyamanannya. Jika anda hanya mencoba sekali dua kali transmisi AGS, maka anda tidak akan mendapatkan kenyamanan yang saya rasakan saat ini.

Ke tiga, mesin 998 CC ini saya rasakan sudah lebih dari cukup untuk keseharian. Saya tidak lagi menggunakan mobil saya yang 1500 CC dan 2800 CC. Karena hanya menyianyiakan power dan bensin. Saya hanya butuh transportasi untuk sehari-hari, bukan untuk balapan atau pameran.

Ke empat, kalau ditanya kecepatan maksimal di jalan tol, saya hanya memacunya maksimal 90 km/jam dan sangat menikmati perjalanan luar kota saya.

Ke lima, kapasitas 5 orang dewasa bagi saya sudah cukup untuk mengangkut saya, anak, dan istri.

Ke enam, dengan bahan bakar yang super irit ini, saya sarankan pada kawan-kawan yang menjalankan taksi online Grab Car maupun Go Car, gunakanlah mobil ini sehingga keuntungan anda pun akan berlipat ganda. Apakah boleh untuk taksi online? BOLEH! Karena saya sudah mendaftarkan Suzuki Karimun Wagon R saya di Grab Car dan Go Car tanpa ada kendala apa-apa. Tapi saya tidak aktif karena hanya menjadi sambilan saja yang belum tentu seminggu sekali saya jalankan.

Ke tujuh, pajak mobil dibawah 1000 CC sangat murah. Karimun Wagon R saya hanya 1.1 jt an saja per tahun.

Semoga artikel ini bermanfaat.

REVIEW Suzuki Karimun Wagon R AGS 2015-2018