FullSizeRender

FOREX BUKAN UNTUK ANDA

Forex dalam Pendekatan Logika Alamiah

 

TUJUAN

Artikel ini ditulis dalam tujuan memberi kesempatan kepada pembaca untuk membuat keputusan saat sebelum memulai, atau melanjutkan, ataupun berhenti berurusan dengan FOREX trading.

PENGANTAR

Beberapa waktu terakhir ini begitu banyak pembicaraan di forum-forum atau bahkan promosi dengan berbagai ajakan dan rayuan disertai dengan slogan canggih seperti: “profit cepat”, “untung besar dan mudah”, dari sebuah FOREX trading. Selain itu, banyak pula berupa pelatihan gratis (yang diakhiri dengan menjual referal agar mendapatkan komisi dari trading murid-muridnya), sekolah FOREX berbayar, sampai dengan ajakan investasi dengan modal kecil disertai keuntungan besar tanpa harus bekerja keras. Maka sebelum membahas lebih jauh, saya sampaikan bahwa “FOREX Bukan Untuk Anda” jika anda TIDAK setuju dengan pernyataan berikut:

  1. Anda tidak dapat mengatur yang miskin menjadi makmur dengan cara mengatur yang kaya untuk keluar dari kemakmuran.
  2. Apa yang telah diperoleh oleh seseorang tanpa bekerja, maka orang lain harus bekerja tanpa memperoleh apa-apa.
  3. Penguasa tidak akan dapat memberikan apapun kepada siapapun, tanpa mengambil terlebih dahulu dari mereka.

JUDI = HARAM

Cukup banyak pula yang kemudian pro dan kontra membicarakan mengenai legalitas atau hukum FOREX dalam perspektif keagamaan yang memunculkan dua suku kata tersebut. Secara sederhana dapat saya logikakan bahwa sesuatu yang tidak pasti dan berupa taruhan/coba-coba, maka akan disebut judi. Tentunya hukumnya ilegal atau haram bagi seorang pemeluk agama. Akan tetapi jika sesuatu yang pasti menghasilkan (probabilitas keuntungannya 100%) maka tidak ilegal atau bukan judi bagi seorang pemeluk agama.

Seorang kawan dekat saya, dia adalah pelaku pasar tradisional yang kesehariannya berjualan berbagai makanan di pasar untuk menghidupi anak dan istrinya. Suatu ketika dia berpikiran untuk MENCOBA menjual semangka di pasar. Rencananya adalah: jika laku maka keesokan harinya bisa membawa jumlah semangka dua kali lipat. Jika tidak laku, maka akan dijual murah sekedar mendapatkan modalnya kembali. Jika tidak bisa balik modal, maka terpaksa dia merugi dan kehabisan modal di komoditi semangka. Apakah kawan saya melakukan JUDI? Anda yang bisa menjawab, karena saya hanya pengamat berdasarkan logika, bukan hakim dan ahli hukum agama.

Kawan saya lainnya, seorang PEJUDI tulen. Setiap hari minggu dia pasti datang ke sebuah kasino di tempat yang tertutup dan rahasia di sebuah kota besar. Suatu kali saya diajaknya untuk sekedar dia memamerkan kebolehannya di meja judi. Tentunya saya tertarik untuk mengamati secara logika. Dia menuju ke sebuah meja dadu. Taruhannya adalah kecocokan pilihan angka dadu, atau angka besar (4 sampai 6), atau angka kecil (1 sampai 3). Bermainlah dia dengan mempertaruhkan uangnya hingga habis tanpa. Kami pulang dengan menggunakan uang saya untuk membeli bensin. Sepanjang jalan saya hanya berpikir, seandainya dia memiliki dana yang cukup besar, maka dia bisa menggunakan sistem martingale. Dengan rumus probabilitas 2^n dimana n adalah jumlah pilihan, maka kemungkinan kemenangan adalah 2^2 = 4 kali tebakan yang salah. Pilih salah satu posisi, misal memilih angka kecil saja. Jika salah, lipat gandakan taruhannya tetap di angka kecil, jika masih salah lipat gandakan lagi, tetap di angka kecil. Tidak akan selamanya probabilitas angka kecil tidak keluar. PASTI akan tiba saatnya dan kemenangan akan diperoleh. Sehingga dia PASTI menang. Apakah kepstian kemenangan ini termasuk JUDI? Anda yang bisa menjawab, karena saya hanya pengamat berdasarkan logika, bukan hakim dan ahli hukum agama.

SEKELUMIT KISAH PRIBADI

Dalam perjalanan saya di dunia FOREX, saya banyak menjumpai berbagai macam model dan tingkah laku trader. Ternyata kesuksesan saya dalam trading FOREX tidak lain adalah karena saya juga pernah menjadi seperti mereka, dan akhirnya saya menemukan gaya trading sendiri. Mereka yang telah sukses hingga detik ini telah menjalankan bisnis FOREX dengan menggunakan modal besar. Sedangkan mereka yang dalam tahap belajar, masih menggunakan modal kecil. Apakah menggunakan modal kecil adalah salah dan tidak dapat mengantarkan kita ke jalan sukses di FOREX? Hukum alam dan hukum dagang yang akan menjawab, bukan pendapat saya pribadi. Yaitu: semakin besar modal maka semakin besar pula keuntungan yang didapat dan disertai dengan resiko yang besar pula (baca buku saya “Psikologi Forex”).

Dalam kenyataannya ketika saya menggunakan modal kecil beberapa tahun yang lalu, emosi saya menjadi sangat tidak stabil, sulit dikendalikan, perasaan selalu ingin cepat mendapat untung, terlalu menggebu, dan saya mampu menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar yang penuh dengan candlestick chart. Akibatnya fisik dan daya kerja otak saya menjadi cepat lelah dan menurun, tersisa hanya emosi belaka. Semua ini berakhir seiring dengan habisnya modal kecil saya tanpa mendapat keuntungan sama sekali dalam satu minggu, bahkan lebih. Saya sebut diri saya saat itu sebagai “non-profesional trader”.

Dalam menjajaki level profesi atau disebut profesional, agar FOREX dapat benar-benar menjadi sebuah profesi, konsekuensi yang harus dihadapi adalah menggunakan modal besar. Itulah sebabnya broker FOREX selalu menganjurkan kita umtuk menggunakan modal besar saat ingin bertransaksi dan berbinis dalam FOREX. Ini sangat logis! Bayangkan saja jika uang yang anda memiliki sebagai modal adalah 1.000 rupiah, yang mana hanya bisa digunakan untuk berjualan 1 buah ballpoint dalam 1 hari, kemudian bandingkan jika anda memiliki uang sebagai modal sebesar 10.000 rupiah yang dapat digunakan untuk berjualan 10 ballpoint dalam 1 hari. Begitu pula dalam FOREX. Penggunaan volume/lot besar (seperti halnya 1 buah dan 10 buah ballpoint) dapat memberikan efisiensi waktu, tenaga dan kinerja kita dalam 1 hari berbisnis.

Dalam hal ini saya tidak perlu menunjukkan berapa modal dan keuntungan saya saat ini di FOREX. Karena hanya keuntungan kecil yang bangga untuk dipamerkan sedangkan keuntungan besar harus dijaga kerahasiaannya. Tetap rendah hati dalam berbisnis di FOREX adalah kunci penting untuk terus menjaga diri kita tetap fokus.

PELUANG PROFESI FOREX?

Baiklah akan saya ceritakan sekelumit perjalanan suka-duka saya di FOREX sebagai bahan pertimbangan dan komparasi bagi anda:

  • Saya belajar menggunakan akun demo selama 3 bulan.
  • Saya pernah memiliki modal $100 yang kemudian habis dalam waktu 6 bulan tanpa mendapat mendapatkan keuntungan.
  • Saat saya memiliki modal $50, habis dalam waktu 1 bulan .
  • Lalu saya belajar lagi menggunakan akun demo selama 1 bulan
  • Modal $500 saya habis dalam waktu 1 tahun tanpa keuntungan.
  • Saya membeli robot FOREX dengan modal $1500 habis dalam waktu 1 tahun tanpa keuntungan.
  • Modal saya menjadi $100 lagi, habis dalam waktu 3 bulan
  • Modal tersisa tinggal $10 belum habis dan saya lanjutkan dengan modal besar hingga saat ini.

Jika dihitung secara keseluruhan waktu, tenaga, dan pikiran yang telah saya korbankan sebelum saya menjadikan FOREX sebagai profesi, adalah 3 tahun lebih.

Anda siap menghabiskan dana ratusan bahkan ribuan Dollar dengan membuang waktu 3 tahun lebih untuk menjadikan bisnis FOREX sebagai profesi?

Beberapa kawan saya di Wall Street mengatakan bahwa rata-rata waktu yang dibutuhkan adalah pengalaman 5 tahun jatuh-bangun sebelum akhirnya bisa menjadikan FOREX sebagai profesi dan menikmati kesuksesan finansial sampai akhir hayat.

Maka kembalilah semua pertanyaan hanya anda sendiri yang bisa menjawab. Bukan marketing broker atau investasi. Bukan kursus FOREX gratis. Bukan sekolah FOREX terkemuka. Dan bukan pula jaminan dari seorang mentor ternama. Karena FOREX laksana olah-raga beladiri, hanya anda sendiri yang dapat menentukan kapan harus masuk, kapan harus melanjutkan, dan kapan harus berhenti.

CARA IDEAL

Untuk dapat menikmati hasil bisnis di FOREX trading, saya berbagi sedikit resep kepada anda mengenai money management, atau yang dapat didefinisikan dengan: penggunaan modal sesuai jumlah transaksi yang ideal.

  • Modal $1.000, gunakan lot maksimal 0.1. Nilai per point/pips = $1
  • Modal $5.000, gunakan lot maksimal 0.5. Nilai per point/pips = $5
  • Modal $10.000, gunakan lot maksimal 1. NIlai per point/pips = $10
  • Dan seterusnya.

Ini memang sangat berbeda dengan informasi yang beredar di kalangan trader pada umumnya bahwa penggunaan lot adalah 1:1000 sehingga dengan modal $1.000 anda boleh menggunakan 1 lot. Bagi saya itu adalah langkah yang sangat berbahaya dan tidak ada peluang sama sekali untuk mengamankan dana saat sedang minus. Saya menggunakan teknik candle sniper, Green Line, dan martingale (baca buku saya “Psikologi FOREX). Sehingga saat terjadi kesalahan analisa pertama, saya masih memiliki peluang besar untuk melakukan analisa ke dua sampai batas tertentu agar menjadi untung. Bukan rugi. Saya sendiri dapat memahami mengapa kebanyakan trader non-profesi sangat anti dengan metode martingale ini. Karena sejauh saya melihat kawan-kawan trader besar yang telah menikmati kebebasan finansial mereka selalu menggunakan metode martingale.

Dengan porsi modal yang sesuai maka trading FOREX adalah bisnis yang menyenangkan sambil ditinggal untuk mengerjakan hal-hal lainnya. Bahkan saya juga sering mengatakan bahwa “Indikator muncul setelah harga”, yang artinya tidak ada indikator yang bisa meramalkan harga yang akan terjadi di masa depan.

INGAT: Meramal harga = coba-coba = judi.

 

Hak cipta artikel ditulis oleh: Arya Dega pada tanggal 21 Maret 2016.

Editing oleh Istriku tercinta: Rinda Puspasari.

Artikel dipublikasi di: http://www.aryadega.com

Dan di-tweet di akun Twitter @aryadega

Naskah asli ada di Google Docs: http://adl.ink/artikel1

Forex is Not for You (in Bahasa Indonesia)
Tagged on: