Pic from: thesteet.com

*if you don’t understand Bahasa Indonesia, please consider to use Chrome browser and translate this article to your language

Apa kiranya yang akan terjadi saat hasil voting Brexit diumumkan? Bagaimana jika Inggris keluar dari Uni Eropa? Bagaimana jika sebaliknya.

Banyak analisa di pasar yang memberikan perbandingan hasil yang akan terjadi terhadap mata uang Poundsterling vs Dollar Amerika. Tetapi saya pribadi lebih melihat dari sisi hubungan langsung antara negara Inggris dan Uni Eropa itu sendiri, yaitu mata uang Pound vs Euro.

Sebagaimana pernyataan yang dilansir oleh Mark Carney, Gubernur Bank of England, bahwa keluarnya Inggris dari Eropa akan memicu Bank of England untuk menjaga stabilitas. Karena jika memang diputuskan bahwa Inggris keluar dari Eropa maka dikhawatirkan akan terjadi resesi yang tidak dapat dicegah lagi. Memang hal ini sangat mempengaruhi nilai tukar mata uang Pound terhadap Dollar Amerika, tetapi jika kita lihat nilai tukar mata uang Pound terhadap Euro maka akan tampak bahwa Eropa sangat diuntungkan jika Inggris memutuskan untuk keluar dari Eropa.

EURGBPH1

Saat ini, sebelum Inggris memutuskan untuk keluar dari Eropa, nilai tukar Pound terhadap mata uang Euro telah sempat mencapai 1 Euro = 0.8314 Pound, dibandingkan dari nilai tukar sehari sebelumnya yaitu di kisaran 1 Euro = 0.7000 Pound.

Dari data diatas kita dapat melihat bahwa saat jatuhnya perekonomian Inggris, maka pihak Eropa sangat diuntungkan karena mata uang Euro menjadi lebih mahal di negara Inggris. Warga Eropa bisa mendapatkan banyak Poundsterling hanya dengan sedikit Euro. Inilah juga kemungkinan yang menjadi pertimbangan Gubernur Bank of England untuk menunda keputusan hasil voting apakah Inggris jadi keluar dari Eropa (Brexit) atau tetap di dalam Uni Eropa.

Kesimpulan bahwa Eropa akan diuntungkan dari lemahnya mata uang Pound, menyebabkan para investor besar menjadi ragu-ragu untuk mengambil keputusan saat ini dan cenderung untuk menarik investasinya sementara. Hal ini telah memicu terjadi penurunan index harga saham FTSE (Inggris) dan index saham S&P500 (Eropa), tetapi penurunan index saham ini sebenarnya hanya sebagai upaya mempertahankan nila tukar mata uang Euro vs Pound. Bukan terhadap Dollar Amerika.

Yang fatal dari akibat melemahnya mata uang Poundsterling adalah harga emas turut melemah. Tentunya Arab Saudi tidak akan tinggal diam karena memiliki beberapa ton simpanan emas di Amerika, yang mana nilai tukarnya berhubungan langsung dengan mata uang Dollar Amerika. Untuk kembali menaikan nilai tukar emas, maka tentunya ada langkah-langkah tertentu yang akan diambil oleh Arab Saudi yang termasuk dalam negara terkaya di dunia. Apa kira-kira langkah yang akan diambil, kita tunggu perkembangan selanjutnya jika Inggris benar-benar memutuskan untuk keluar dari Eropa nanti.

Brexit Impact for Euro vs Pound Currency (in Bahasa Indonesia)